Tambang Batu Bara Ombilin Jadi Warisan Budaya Dunia

Sawahlunto (Sigamelang.com) – Peninggalan tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto resmi masuk daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Dalam daftar UNESCO, warisan budaya dunia tambang batu bara Ombilin tersebut diberi nama dengan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.

“Ini membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa. Sejak tahun 2015 dengan perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil. Alhamdulillah, tambang batu bara Ombilin Sawahlunto masuk dalam UNESCO,” ungkap Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno.

Hal tersebut disampaikan Irwan saat meresmikan dua proyek pompa irigasi tenaga surya pertama di Desa Talawi Hilir, Kecamatan Talawi, dan jembatan Lakuak Code di Desa Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Peresmian tersebut dihadiri oleh Dirut PT Bukit Asam (PTBA) Tbk Arviyan Arifin, Wakil Walikota (Wawako) Sawahlunto H Zohirin Sayuti, Forkopimda dan beberapa karyawan PTBA serta unsur OPD Kota Sawahlunto.

“Banyak hal yang harus kita persiapan. Mulai dari proses pengumpulan data, penyusunan dokumen secara intensif, bahkan melibatkan para tokoh dan pakar baik dari dalam dan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura,” kata Irwan.

Gubernur Sumbar menyebutkan, didalam persidangan ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) di Azerbaijan, akhirnya tambang Ombilin memperoleh pengakuan sebagai warisan dunia world heritage oleh UNESCO dengan memasukan usulan untuk menambah wilayah enam Kabupaten Kota yang meliputi Padang, Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang Pariaman dan Tanah Datar.

“Karena wilayah tersebut masuk dalam wilayah Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang akhirnya ditetapkan sebagai warisan budaya dunia,” ucapnya.

Menurut Irwan, saat ini Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sudah masuk daftar warisan budaya dunia yang kelima dimiliki Indonesia tahun 2019. Sebelumnya, ada Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (1991), Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta (1991), Situs Sangiran di Jawa Tengah (1996) dan Sistem Subak di Bali (2012).

Gubernur berharap dengan adanya warisan budaya dunia ini, bisa mendongkrak pariwisata yang ada di Sumbar. Pemerintah dan masyarakat harus bisa menunjukkan kemampuan untuk mengelola situs cagar budaya dan warisan dunia.

“Untuk itu, marilah kita jaga warisan budaya dunia ini, karena nantinya akan menjadi destinasi wisata dunia di Sumatera Barat. Apalagi dampaknya tentu sangat besar dengan banyaknya para wisatawan yang akan berkunjung ke Sawahlunto nantinya,” katanya.

Irwan juga meminta agar Pemerintah Kota (Pemko) Sawahlunto untuk mempersiapkan diri dalam bentuk perbaikan insfrastruktur dan membangun hotel yang representatif.

Gubernur Sumbar juga mengucapkan terima kasih kepada PTBA yang telah banyak membantu dan berjuang mulai dari awal dalam pembentukan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (UNISCO) menjadi warisan budaya dunia.

Pada kesempatan tersebut, PTBA juga membantu pompa irigasi tenaga surya di Desa Talawi Hilir, Kecamatan Talawi dan jembatan Lakuak Code di Desa Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Dua proyek pembangunan ini sangat membantu masyarakat setempat dengan menelan dana sekitar Rp 1,4 miliar lebih. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial PTBA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membangun kemandirian masyarakat.

Pada kesempatan tersebut Arviyan Arifin Dirut PT Bukit Asam Tbk menyampaikan, bantuan pompa air tenaga surya yang diberikan oleh PTBA ini mampu mengairi sawah seluas 50 hektar di Desa Talawi yang memiliki area persawahan dengan jarak sekitar 880 meter dari aliran sungai.

“Kini masyarakat telah dapat merasakan manfaat irigasi yang pengairannya dibantu dengan pompa air tenaga surya. Dulunya panen hanya satu tahun sekali, kedepan bisa dua kali panen, bahkan bisa tiga kali dalam setahun,” jelasnya.

Ditambahkanya, ada juga bantuan berupa pembangunan jembatan Lintau Buo di Kabupaten Tanah Datar dan penyerahan bus operasional sekolah di Kabupaten Agam. Pemberian bantuan ini dilakukan secara simbolis di Desa Talawi, Kota Sawahlunto.

“Saya berharap melalui bantuan ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung serta dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan bisa terus terjalin hubungan baik antara PT Bukit Asam dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” harap Arviyan. (*)

Sumber : Humas Pemprov Sumbar

Comments

comments